Wednesday, April 15, 2009

Yes, i done wrong


People get lost, people get mad, people goin wrong, people ruin their own life, and people than learn

Yes, I am. I’m not the donkey and I’m not fall to the same hole, I try to avoiding the hole, not diggin it more. Dan kalaupun kita semakin mengeruknya kedalam, pada akhirnya tetap tidak akan menjadi sebuah kesia-siaan, karena tidak ada yang sia- sia dari sebuah usaha dan pencarian.

Si pemilik semesta begitu mencintai karyanya , dan apa yang kita lakukan adalah berlari dan bersiap tekejut akan hadiah yang Dia berikan selanjutnya. Whatta Life ! Dunia telah memperhitungkan hidup yang benar- benar hidup. Sesuatu yang ada saatnya kita acak- acak sendiri, dan betapa beruntungnya ketika manusia berlari kemudian dia harus terperosok dalam lubang. Pembelajaran. Pengalaman adalah guru paling baik. Kata- kata bijak yang mungkin kita temui di pelajaran tingkat sekolah dasar bahasa Indonesia. Saat membacanya, yang terlintas adalah pembenaran sesaat, ya.. manusia memang ditinggikan derajatnya dengan diberikan akal untuk belajar dari pengalaman. Namun ketika pengalaman itu benar- benar mendatangi dan mengobrak- abrik hidup manusia yang begitu nyamannya, saat itulah kata- kata bijak tidak hanya sekedar kata mutiara , namun menjadi pembenaran atas kejadian yang baru saja terjadi dalam kehidupan manusia. Mungkin sedetik , sejam bahkan sejuta abad yang lalu.

Apa gunanya kertas putih tanpa coretan? Apakah hanya pembungkus gorengan ? Ilmu akan lebih terasa jika dibagikan. Dan kebaikan akan terus menyebar dengan cara ditularkan.

Whatta Life ! benar- benar semesta menciptakan tempat yang begitu nyamannya untuk belajar, every place on the earth ! Lihat apa yang diberikan semesta raya pada kita, kebetulan- kebetulankah? Keberuntungankah? Atau wujud cinta kasih yang penuh perhitungan?

Tidak ada yang perlu disesali dari sebuah kesalahan, setiap orang datang kedunia lalu berbuat salah, mungkin pada akhirnya kita akan kalah, atau mungkin sebenarnya kita telah kalah terlebih dahulu, maka untuk apa lagi takut berbuat kembali salah, jika kita bisa menyerap kebajikan jagat raya dan menebarkannya dalam bentuk kebaikan? karena hidup hanya menunda kekalahan, dan kekalahan ada untuk mengakselerasi manusia untuk terus berjuang, bukan disesali dengan pasif lalu menyesal, sampai pada akhirnya manusia diuji terus- menerus untuk menjadi semakin kuat dan benar- benar siap menerima kekalahan dengan wujud pemenang.

2 comments:

Ariana Hayyulia Rasyid said...

wah, aul. OKE!

aku sempet lho ul, merasa sangat menyesal dan bahkan kapok karena sebuah kesalahan. Kesalahan sepele yang sebenarnya bisa aku cuekin dan ga begitu aku pikirin.
Tp, akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, setelah aku ketemu dengan orang-orang yang baru, mendengar pemikiran mereka, memperhatikan tingkah mereka, belajar dari mereka, akhirnya aku bisa juga menghilangkan ketakutan aku itu.

Karena itu lah, waktu itu aku memutuskan untuk menjadi ketua pameran. Ya, seorang ketua yang naik tanpa dipilih oleh anggota2nya, naik hanya karena persetujuan beberapa orang yang memang membuat aku tertantang untuk benar2 merealisasikan pameran yang sebenernya impian aku tersebut.

Setelah menjalani semuanya, aku pernah juga merasa menyesali keputusan sepihak aku itu, knp ya aku berani2 nya ngambil keputusan itu? Penyesalan yg muncul karena memang banyak permasalahan yang terjadi, dan masalah2 itu masalah baru buat aku.

Akhirnya, aku terus ngejalanin semuanya, gimana pun juga, aku yg meminta menjadi ketua, aku yang menyanggupi, ya aku dong yang harus kuat. Ga boleh nyesel.

sampai hari h pun, memang sangat banyak masalah-masalah yang terjadi.

Aku sadar akan semua kekurangan aku. Aku orang yang terlalu mentaati peraturan, aku terlalu banyak pertimbangan sehingga lumayan lama mengambil keputusan, aku ga bisa membuat anggota2 aku melihat aku sebagai ketua yang memang pantas dihormati, dan lain lain.

Aku bermasalah. Dengan beberapa panitia, yang aku ketahui pada hari2 setelah pameran. Banyak banget yang sebel ama aku. Karena aku begini karena aku begitu. Aku sempet emosi. Emosi karena kenapa mereka hanya bisa berbicara? kenapa mereka hanya bisa protes?

Aku emosi, aku menyesal, bahkan aku kapok. Aku sempat membenci, tp setelah dipikir2 lagi, kalo aku terus menerus begini, aku cuma bakal cape sendiri.. aku ga akan maju2.. aku selamanya akan bermental seperti ini.

Akhirnya, ya sudah, aku coba buang rasa benci itu, aku mencoba menyingkirkan penyesalan dan kekapokan itu. Karena memang banyak pelajaran berharga yang bisa aku ambil dari kepanitiaan pameran kemaren. sangat banyak, dan sangat mahal (dlm mental).

Yaaa, memang, tanpa adanya kepanitiaan ini, tanpa adanya keadaan aku memimpin sekelompok orang, aku ga akan pernah tau gimana rasanya jadi pemimpin. Dengan begini aku punya pegangan, aku mungkin akan berhati-hati dalam bersikap, aku akan mencoba untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah aku buat.

Aku bisa belajar dari kesalahan itu. Tanpa adanya kesalahan itu, aku akan tetapp menjadi nana yang seperti dulu, yang selalu takut dan sering kapok saat 'terjatuh'.
Tapi skarang, aku akan berusaha buat ga takut untuk jatuh. Karena, semakin aku sering jatuh, semakin tidak takut akan sakit. :)

Makasih ya ul, atas kerjasamanya pas pameran. maaf atas segala kekurangan aku. maaf kalo aku pernah secara sengaja atau tidak ngebuat aul marah, kesel. Aku ga pernah bermaksut untuk itu.
:)

aku seneng ada kalian.. seneng bisa belajar dari pengalaman2 kalian..

hehew, aku jadi curhat..
:D

semangat ya kita ul..
semangat untuk terus berlari tanpa takut terjatuh.. :D

Aulia Fitrisari said...

luar biasa na.emang dunia terlalu sempit untuk satu kebenaran.saatnya bangkit dan makan bolu isi eskrim. lagian na, dunia tanpa konflik malah ga asik. Sama- sama na, sorry klo aul jga jarang kumpul rapat, oia..karena orang itu beda-beda, aul emang ga terlalu bagus kerja dalam tim ;p tp kita semua belajar kan..yang penting saling menghargai. kasih mengasihi seluruh dunia.wow. luar biasa ya dunia. ar rahiim..Maha penyayang ! !